Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Dituding Sebabkan IHSG Anjlok

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Dituding Sebabkan IHSG Anjlok

Presiden Prabowo Subianto menghadapi kritik dan tudingan terkait salah satu program unggulannya, yaitu “Makan Bergizi Gratis.” Program ini disebut-sebut berpotensi melemahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jika benar-benar diluncurkan. Namun, jawaban Prabowo mengenai tudingan ini cukup mengejutkan dan memberikan perspektif baru terkait isu tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Prabowo saat menghadiri acara Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (4/12/2024). Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan bagaimana ide program ini sempat mendapatkan respons negatif, bahkan ancaman dari pihak-pihak tertentu.

Ide “Makan Bergizi Gratis” yang Kontroversial
Prabowo menjelaskan bahwa gagasan mengenai program “Makan Bergizi Gratis” muncul sebagai bagian dari upayanya untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok yang kurang mampu. Program ini bertujuan memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat secara cuma-cuma melalui berbagai fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan posyandu.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Menurut Prabowo, saat ide ini pertama kali diumumkan, banyak pihak yang menertawakan dan meremehkannya. Beberapa pihak bahkan menilai program ini terlalu ambisius dan tidak realistis untuk diterapkan di Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Dituding Sebabkan IHSG Anjlok

“Ketika saya mengemukakan gagasan ini, saya dihadapkan pada banyak cibiran. Ada yang bilang itu hanya mimpi dan tidak mungkin terwujud,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Tudingan Berdampak pada IHSG
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa ia bahkan menerima ancaman terkait program ini. Ancaman tersebut menyebutkan bahwa jika program “Makan Bergizi Gratis” diluncurkan, maka IHSG akan melemah dan berdampak negatif pada perekonomian nasional. Tudingan ini didasarkan pada asumsi bahwa pembiayaan program berskala besar seperti ini akan membebani anggaran negara secara signifikan dan mengurangi kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi.

Namun, Prabowo membantah keras tudingan tersebut. Menurutnya, program ini telah dirancang dengan cermat agar tidak membebani anggaran negara secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa prioritas pemerintahannya adalah kesejahteraan rakyat, bukan hanya sekadar mengejar angka dalam statistik ekonomi.

“Apakah kita mau terus-menerus membiarkan anak-anak kita menderita kekurangan gizi hanya karena takut IHSG turun? Kita harus berani mengambil langkah demi masa depan bangsa,” tegas Prabowo.

Jawaban Prabowo yang Mengejutkan
Jawaban Prabowo terhadap ancaman ini menunjukkan pendekatan yang tegas dan berorientasi pada rakyat. Ia menyatakan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, yang pada akhirnya akan menjadi fondasi bagi perekonomian yang lebih kuat di masa depan.

“Saham dan angka-angka ekonomi penting, tetapi apa artinya jika rakyat kita kelaparan? Investasi terbesar yang bisa kita lakukan adalah pada rakyat kita sendiri,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Prabowo juga menyebut bahwa negara-negara maju telah membuktikan bahwa program sosial yang kuat tidak selalu bertentangan dengan pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan negara-negara di Skandinavia yang berhasil menjaga keseimbangan antara kebijakan sosial dan stabilitas ekonomi.

Respon Publik dan Dukungan Muhammadiyah

Pidato Prabowo ini menuai berbagai tanggapan dari publik. Sebagian besar masyarakat memuji ketegasan dan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat, meskipun ada juga yang tetap skeptis terhadap kelayakan program tersebut.

Di sisi lain, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ketua Muhammadiyah, dalam kesempatan yang sama, menyebut bahwa inisiatif seperti ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang diajarkan dalam Islam.

“Kami mendukung upaya pemerintah dalam memastikan tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang kekurangan gizi. Program ini adalah langkah besar yang perlu didukung semua pihak,” ujar Ketua Muhammadiyah.

Kesimpulan
Program “Makan Bergizi Gratis” yang diusung Presiden Prabowo Subianto memang menuai pro dan kontra, termasuk tudingan bahwa program ini dapat berdampak buruk pada IHSG. Namun, dengan pendekatan yang berani dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, Prabowo memberikan jawaban tegas bahwa masa depan bangsa tidak boleh dikorbankan hanya demi menjaga stabilitas angka ekonomi.

Kini, tantangannya adalah bagaimana pemerintah dapat membuktikan bahwa program ini benar-benar dapat berjalan dengan baik tanpa membebani anggaran negara, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. Terlepas dari itu, program ini mengirim pesan penting bahwa pemerintah hadir untuk melindungi dan meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

By admin